Kategori: Pendidikan

5 Tips Efektif Membuat Kelas Online Interaktif

Tips Efektif Membuat Kelas Online – Di zaman sekarang ini banyak sekali orang yang menggunakan Kelas Online Interaktif dalam proses pembelajarannya, terutama untuk proses pembelajaran di luar lembaga atau bimbingan belajar. Dengan sistem ini, guru bahkan mencakup siswa dari berbagai daerah.

Tidak ada lagi batasan pada siapa Anda ingin belajar atau mengajar. Meski proses pembelajaran ini dilakukan dari satu kota ke kota lain, namun prosesnya tetap bisa berjalan lancar sebagaimana mestinya.

Apalagi jaringan internet kini sudah tersebar luas sehingga memudahkan siapapun dalam melakukan prosesnya tanpa perlu bertemu langsung. Jadi cukup bermodalkan ponsel atau komputer, pembelajaran tetap bisa dilakukan.

Kelas online interaktif merupakan ruang virtual yang berbasis online. Setiap anggota harus memiliki password dan user untuk dapat memasuki ruang virtual. Dengan begitu, sesama siswa bisa bertemu melalui video.

Cakupannya juga sangat besar, mampu menampung lebih dari 10 orang sesuai kapasitas dan biaya pada awal pembangunan. Namun masih relatif terjangkau dibandingkan harus menyewa ruang nyata saat pembelajaran akan dilaksanakan.

Daftar Tips Membuat Kelas Online Interaktif

Menjadikan kelas online menjadi interaktif merupakan harapan seluruh guru yang memberikan pembelajaran online. Oleh karena itu, 8 tips ini perlu dipahami dengan benar agar proses belajar mengajar dapat berjalan efektif.

Tetapkan Jadwal Waktu yang Tepat

Pertama-tama, Anda perlu menentukan waktu yang tepat untuk belajar di kelas online. Sangat disarankan untuk memposisikan jadwal belajar pada pagi hari karena siswa dalam kondisi prima untuk mengikuti pelajaran.

Baca juga: Pengertian, Tujuan, Karakter serta Kelebihan dan Kekurangannya

Kelas Online Interaktif: Materi Utama Selain Buku

Seorang guru mempunyai kewajiban untuk menguasai materi di bidangnya tanpa perlu melihat buku-buku sebelumnya. Dari situ Anda bisa memberikan pelajaran secara fleksibel dengan bahasa yang mudah dipahami.

Ketahui Nama Setiap Siswa

Mengenali nama dan wajah siswa merupakan suatu proses keakraban antara guru dan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa guru sangat peduli terhadap setiap siswanya, sehingga anak merasa diperhatikan.

Memberikan Sesi Pertanyaan Setelah Materi Selesai

Mengajukan pertanyaan kepada siswa adalah salah satu langkah dalam membuat kelas online menjadi interaktif. Namun dalam proses ini, hendaknya jangan memberikan tekanan kepada siswa ketika menanyakan materi.

Kelas Online Interaktif: Menambah Nilai Ekstra Bagi Penanya

Agar siswa lebih aktif dalam bertanya pada setiap pembelajaran, maka perlu ringan dalam memberikan nilai tambahan. Dengan begitu, mereka tidak ragu menjawab pertanyaan apa pun seputar materi.

Pengertian, Tujuan, Karakter serta Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian, Tujuan, Karakter dan Kelebihan – Pendidikan merupakan kunci untuk mempersiapkan generasi masa depan menghadapi tantangan yang kompleks dan terus berkembang di dunia ini. Namun setiap individu mempunyai kecepatan belajar, gaya belajar dan kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Inilah sebabnya mengapa konsep Pembelajaran Adaptif menjadi semakin penting dalam meningkatkan efektivitas pendidikan.

Dalam pembelajaran adaptif, sistem pembelajaran menggunakan data dan analitik untuk memahami tingkat pemahaman siswa, preferensi belajar mereka, dan kebutuhan individu lainnya. Dengan menggunakan algoritma cerdas, sistem pembelajaran dapat menyesuaikan konten, tingkat kesulitan, dan gaya mengajar agar sesuai dengan karakteristik siswa. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri, memperkuat pemahaman mereka tentang konsep-konsep sulit, dan menghindari kebosanan atau kelelahan yang mungkin terjadi dalam pendekatan pembelajaran tradisional.

Manfaat dan Penjelasan Lengkap Pembelajaran Adaptif

Salah satu manfaat utama pembelajaran adaptif adalah kemampuannya untuk mempersonalisasi pengalaman belajar. Setiap siswa mempunyai kelebihan, kelemahan, minat dan gaya belajar yang berbeda-beda.

Baca juga: 6 Manfaat Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Proses Pembelajaran

Dalam pembelajaran adaptif, siswa dapat belajar dengan materi yang sesuai dengan tingkat pemahamannya. Jika seorang siswa telah menguasai suatu konsep tertentu, maka sistem pembelajaran akan memberikan tantangan yang lebih menantang. Sebaliknya jika siswa mengalami kesulitan pada suatu konsep tertentu, sistem akan memberikan bantuan tambahan dan mengulang materi sesuai kebutuhan. Dengan pendekatan ini, setiap siswa mendapat kesempatan yang sama untuk mencapai potensi belajarnya secara maksimal.

Karakter Utama Memberikan Pembelajaran Adaptif

Salah satu tokoh yang terkait dengan pengembangan dan penelitian di bidang Pembelajaran Adaptif adalah Dr. John R Anderson. Dr Anderson adalah profesor psikologi di Universitas Carnegie Mellon dan merupakan salah satu pemimpin dalam pengembangan sistem pembelajaran adaptif berbasis komputer yang dikenal sebagai “Cognitive Tutor”. Cognitive Tutor merupakan sistem pembelajaran adaptif yang dirancang untuk membantu siswa memahami materi matematika.

Dr Anderson telah melakukan penelitian ekstensif tentang bagaimana manusia belajar dan mengembangkan model kognitif untuk memahami proses belajar siswa. Model ini kemudian diimplementasikan dalam sistem pembelajaran adaptif untuk memberikan bimbingan dan dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa. Pendekatannya yang berdasarkan teori kognitif memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan pembelajaran adaptif dan penerapannya dalam pendidikan.

Kekurangan Pembelajaran Adaptif

Seperti halnya setiap teknik pembelajaran, Pembelajaran Adaptif juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa kemungkinan kelemahan yang terkait dengan teknik pembelajaran adaptif:

6 Manfaat Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Proses Pembelajaran

Penerapan Kecerdasan Buatan dalam Proses Pembelajaran – Di era teknologi yang semakin maju, penerapan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap pendidikan secara mendasar. Di dunia yang terus berubah, penggunaan AI dalam proses pembelajaran membawa sejumlah manfaat yang signifikan, memperkaya pengalaman belajar siswa dan menyediakan alat canggih bagi pendidik untuk memaksimalkan potensi pembelajaran. Artikel ini akan menguraikan beberapa manfaat utama penerapan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran.

Personalisasi Pembelajaran Mendalam

Salah satu manfaat utama penerapan AI adalah kemampuannya untuk mempersonalisasi pembelajaran. Setiap siswa mempunyai gaya dan kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Dengan analisis data yang cermat, AI dapat mengidentifikasi pola dan preferensi belajar siswa. Hal ini memungkinkan guru merancang pengalaman belajar yang sesuai dengan kemampuan dan kecepatan setiap siswa. Personalisasi ini membantu siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi dalam belajar.

Umpan Balik Waktu Nyata dan Penilaian Otomatis

Penerapan AI memungkinkan umpan balik dan penilaian lebih cepat dan akurat. Sistem otomasi AI dapat meningkatkan tugas dan ujian dalam waktu singkat, memberikan umpan balik terperinci mengenai kinerja siswa. Hal ini membantu siswa memahami area yang memerlukan perbaikan dan guru dapat merencanakan intervensi dini jika diperlukan.

Baca juga: 5 Contoh Pembelajaran Berbasis Game yang Bisa Dicoba Guru

Pengembangan Materi Pembelajaran yang Lebih Menarik

AI memungkinkan pengembangan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Dengan teknologi seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), siswa dapat merasakan pembelajaran yang lebih mendalam dan praktis. Misalnya, pembelajaran sejarah dapat menjadi lebih jelas melalui simulasi VR yang memungkinkan siswa mengunjungi periode sejarah tertentu.

Memprediksi Kemajuan Siswa dan Keterlibatan Lebih Dalam

AI mampu menganalisis data historis siswa dan memprediksi kemungkinan perkembangan di masa depan. Hal ini membantu guru merencanakan pendekatan pembelajaran yang lebih baik dan memberikan perhatian khusus kepada siswa yang membutuhkan dukungan tambahan. Selain itu, AI juga dapat mendukung interaksi yang lebih mendalam melalui tutor virtual atau chatbot yang memberikan penjelasan dan bimbingan kepada siswa di luar waktu kelas.

Mengatasi Kesenjangan Pembelajaran

Manfaat lain penerapan AI adalah kemampuannya mengatasi kesenjangan pembelajaran. Sistem AI dapat memberikan bantuan tambahan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep atau tugas. Dengan pendekatan adaptif, siswa berkebutuhan khusus atau tingkat kemampuan yang berbeda-beda dapat menerima dukungan yang sesuai.

Peningkatan Efisiensi dan Manajemen Waktu

AI juga membantu guru mengelola waktu dan sumber daya dengan lebih efisien. Manajemen tugas, penjadwalan, dan penugasan dapat diotomatisasi menggunakan algoritma AI. Guru dapat lebih fokus pada interaksi manusia dan aktivitas yang memerlukan kreativitas.

Penerapan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran telah membawa manfaat yang besar bagi dunia pendidikan. Dengan pembelajaran yang dipersonalisasi, umpan balik secara real-time, pengembangan materi interaktif, dan analisis data yang lebih baik, pendidikan menjadi lebih relevan dan efektif. Namun, penting untuk diingat bahwa teknologi AI hanyalah sebuah alat, dan kualitas interaksi manusia tetap menjadi faktor kunci keberhasilan pembelajaran.

Dengan memanfaatkan potensi AI secara bijak, kita dapat membentuk pendidikan menjadi lebih adaptif, inklusif, dan inovatif, serta mempersiapkan generasi masa depan untuk menghadapi tuntutan dunia yang terus berkembang.

5 Contoh Pembelajaran Berbasis Game yang Bisa Dicoba Guru

Pembelajaran Berbasis Game – Pesatnya perkembangan teknologi saat ini menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi dengan tren pembelajaran yang kreatif dan modern saat ini. Hal ini bertujuan agar proses belajar mengajar dapat selalu relevan dengan karakteristik peserta didik dan dapat efektif.

Generasi Z saat ini umumnya menyukai hal-hal yang kreatif, praktis dan menyenangkan dalam berbagai aktivitas, termasuk saat belajar. Contoh penerapannya antara lain pembelajaran berbasis proyek, studi dan praktik lapangan, dan tentu saja pembelajaran berbasis permainan.

Sehubungan dengan Game Based Learning dapat diartikan sebagai suatu metode pembelajaran dengan menggunakan permainan yang bertujuan untuk membantu mempercepat proses pembelajaran, membuat pembelajaran menjadi menarik, bahkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Karakteristik Pembelajaran Berbasis Game

1. Menarik dan mengasyikkan

GBL mampu membuat siswa memahami materi dan mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih menarik dan menyenangkan. Dengan GBL, siswa juga dapat mengetahui bagaimana menerapkan konsep dan materi.

2. Berdasarkan Pengalaman

Siswa tidak harus diarahkan dan dilatih dalam memainkan permainan dan memahami isi permainan. Melalui GBL, siswa akan memahami dirinya melalui proses trial and error, sehingga ketika gagal akan mencoba lagi dengan strategi dan metode yang berbeda untuk mencapai tujuan/misi.

3. Ada tantangan yang dapat disesuaikan

Ciri-ciri GBL umumnya memiliki tingkat tantangan yang berbeda-beda, mulai dari yang mudah hingga yang sulit. Umumnya game yang menggunakan level dapat ditemukan pada jenis video game lainnya.

Baca juga: Memanfaatkan Digitalisasi Pendidikan Bersama Acer

Siswa dapat menyesuaikan tingkat dan tingkat kesulitan sesuai dengan pemahaman dan kemampuannya. Mulailah dengan mudah dan kemudian tingkatkan tantangan ke tingkat yang lebih tinggi jika Anda berhasil.

4. Interaktif dan Umpan Balik

GBL memungkinkan terjadinya proses interaksi interaktif antar sesama siswa maupun antar siswa dengan permainan. Misalnya strategi, keputusan dan tindakan yang dipilih dalam permainan akan menentukan proses dan hasil dari permainan itu sendiri.

Sedangkan mengenai umpan balik metode GBL, siswa dapat melakukan refleksi dan menarik kesimpulan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam permainan. Dengan adanya umpan balik, siswa dapat mengetahui dampak dari tindakan yang dilakukan dan dapat belajar dari kesalahan/kegagalan.

5. Sosial & Kolaborasi

GBL diharapkan dapat membangun komunikasi dan kolaborasi antar mahasiswa. Kolaborasi yang intens diharapkan dapat melatih keterampilan sosial siswa.

Memanfaatkan Digitalisasi Pendidikan Bersama Acer

Merayakan Hari Pendidikan Internasional – Diprakarsai oleh UNESCO pada tahun 2018, Hari Pendidikan Internasional merupakan perayaan tahunan pendidikan untuk perdamaian dan pembangunan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan internasional, dan menumbuhkan kerja sama, pemahaman, dan rasa hormat di antara orang-orang dari latar belakang dan budaya yang berbeda. Tema Hari Pendidikan Internasional 2023 adalah “berinvestasi pada manusia, memprioritaskan pendidikan”.

Dampak Digitalisasi terhadap Pendidikan

Hari Pendidikan Internasional memberikan kesempatan besar untuk mengakui dan merayakan nilai pendidikan dan kemajuan besar yang dicapai di bidang pendidikan sebagai hasil digitalisasi. Guru dan siswa kini dapat mengakses ilmu pengetahuan dari seluruh dunia berkat kemajuan teknologi modern. Hal ini juga meningkatkan efektivitas pembelajaran, memungkinkan kita belajar lebih banyak dalam waktu lebih singkat. Pembelajaran kini menjadi lebih menarik dan partisipatif karena adanya integrasi teknologi ke dalam kelas berkat digitalisasi. Sebagai hasil dari digitalisasi, para pendidik kini memiliki akses ke berbagai alat dan sumber daya yang memungkinkan mereka memberikan pengalaman belajar yang menarik dan bertahan lama kepada siswa. Di era digital saat ini, banyak perusahaan yang meningkatkan dan mempertahankan menjamurnya pembelajaran online dengan menggunakan teknologi pembelajaran, seperti mySecondTeacher dan Jelajah Ilmu. Bersama-sama, entitas pembelajaran ini bersatu untuk menawarkan solusi pendidikan komprehensif yang dapat diakses oleh semua orang. Melalui pedagogi revolusioner yang diterapkan ke dalam konten dengan berbagai fitur peningkatan tingkat akademis, mereka telah mampu membantu 70% pengguna mencapai kemajuan yang berarti.

Baca juga: Industri Luar Angkasa: Menjelajahi Peluang di Luar Dunia

Digitalisasi juga mempunyai dampak yang signifikan terhadap pendidikan, memberikan pendekatan inovatif dalam pengajaran dan pembelajaran serta akses yang lebih mudah terhadap sumber daya dan informasi. Salah satu contohnya adalah integrasi teknologi dari perusahaan seperti Acer ke dalam lingkungan pendidikan. Acer, sebagai penyedia teknologi pendidikan terkemuka, telah membantu menjadikan sumber daya digital lebih mudah diakses dan ramah pengguna bagi siswa dan guru.

Acer untuk Pendidikan: Membuka Peluang Pembelajaran Global

Acer for Education adalah inisiatif global untuk mendukung pendidikan yang diaktifkan secara digital. Acer for Education berkomitmen memberikan solusi pembelajaran melalui transformasi digital. Melalui solusi inovatifnya, Acer bekerja sama dengan staf pendidikan sekolah untuk membekali siswa dengan alat digital guna menciptakan ekosistem digital yang sukses dan produktif. Acer for Education menawarkan serangkaian produk dan layanan yang ditujukan untuk membantu organisasi dan pendidik mengembangkan pengajaran individual yang mendorong keterlibatan dan pengembangan siswa. Hal ini didedikasikan untuk memastikan bahwa teknologi tersedia untuk semua orang dan menawarkan solusi yang mencakup seluruh spektrum pendidikan.

Dunia saat ini sedang mengalami krisis pembelajaran yang terdokumentasi dengan baik, khususnya di kalangan anak-anak yang paling terpinggirkan dan kurang beruntung. 258 juta anak, remaja dan dewasa muda tidak dapat mengakses pendidikan formal. Acer bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi nasional dan secara aktif terlibat dalam program, berdasarkan standar dan keahlian global, untuk memastikan reformasi pendidikan memenuhi tujuan nasional dan kebutuhan regional.

Hari Pendidikan Internasional: Seruan untuk Bertindak

Dengan kemajuan teknologi, Acer for Education memastikan bahwa siswa saat ini memiliki akses terhadap alat dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk unggul dalam studi mereka. Hari Pendidikan Internasional adalah kesempatan besar untuk menyoroti upaya yang dilakukan Acer for Education untuk meningkatkan standar dan akses pendidikan bagi semua orang.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Internasional, Acer Indonesia mempersembahkan Acer Edu Summit 2023 dengan tema “Transformasi Menuju Pendidikan Kelas Dunia”. Seminar edukasi yang dihadiri para ahli dari seluruh dunia ini akan dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2023 secara online melalui Zoom.

Industri Luar Angkasa: Menjelajahi Peluang di Luar Dunia

Menjelajahi Peluang di Luar Dunia – Industri luar angkasa adalah salah satu sektor yang paling menarik dan berkembang pesat di abad ke-21. Perjalanan luar angkasa, yang sebelumnya hanya dapat diakses oleh negara adidaya, kini semakin terbuka bagi sektor swasta dan negara-negara berkembang. Apalagi industri ini tidak hanya sebatas eksplorasi luar angkasa, tetapi juga mencakup berbagai penerapan di Bumi. Artikel ini akan membahas perkembangan terkini dalam industri luar angkasa dan potensi peluang yang belum terealisasi di sektor luar angkasa.

Eksplorasi Luar Angkasa: Lebih dari Sekadar Astronot

Eksplorasi luar angkasa telah menjadi sorotan sejak awal era penjelajahan luar angkasa yang diawali dengan pencapaian besar seperti pendaratan manusia di bulan. Namun eksplorasi ini kini lebih dari sekadar perjalanan ke planet-planet di tata surya kita. NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) telah bekerja sama mengirimkan pesawat luar angkasa ke luar tata surya, misalnya dengan misi Cassini-Huygens yang telah menjelajahi Saturnus dan bulannya, Titan. Kini, perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin juga punya peran penting dalam perjalanan luar angkasa.

Baca juga: Pendidikan untuk Semua: Menghadapi Tantangan

Salah satu potensi besarnya adalah eksplorasi lebih lanjut terhadap planet seperti Mars. NASA memiliki rencana untuk mengirim manusia ke Mars dalam beberapa dekade mendatang, sementara perusahaan swasta, seperti SpaceX milik Elon Musk, memiliki visi ambisius untuk membangun koloni manusia di sana. Ini bukan hanya pencapaian ilmiah yang besar, tetapi juga membuka peluang baru bagi penelitian ilmiah, perluasan manusia, dan bahkan pertimbangan bisnis di luar angkasa.

Manfaat Dari Komersialisasi Ruang Angkasa

Industri luar angkasa tidak hanya soal eksplorasi, tetapi juga komersialisasi. Pemanfaatan ruang untuk berbisnis dan berkomunikasi sudah menjadi kenyataan. Satelit komunikasi adalah salah satu contohnya, yang digunakan untuk menyediakan layanan telekomunikasi global, televisi satelit, dan pemantauan cuaca. Selain itu, internet satelit telah menjadi sorotan baru-baru ini, dengan perusahaan seperti SpaceX dan OneWeb berencana menyediakan akses internet global melalui jaringan satelit.

Komersialisasi juga terlihat pada bisnis wisata luar angkasa. Beberapa perusahaan, termasuk Virgin Galactic dan Blue Origin, telah berkomitmen menyediakan layanan penerbangan suborbital bagi warga sipil yang ingin merasakan gravitasi nol dan melihat Bumi dari luar angkasa. Ini adalah langkah awal menuju potensi wisata luar angkasa yang lebih luas.

Potensi Sumber Daya Ruang

Salah satu aspek eksplorasi ruang angkasa yang paling menarik adalah potensi sumber daya yang dapat ditemukan di luar angkasa. Asteroid dan bulan memiliki potensi sumber daya tambahan yang belum dimanfaatkan bagi manusia. Beberapa asteroid diperkirakan mengandung sejumlah besar logam berharga seperti emas dan platinum. Penambangan asteroid mungkin menjadi bisnis yang menguntungkan di masa depan.

Tantangan dan Pertimbangan Keamanan

Meskipun ada begitu banyak peluang dalam industri luar angkasa, industri luar angkasa juga penuh dengan tantangan. Keselamatan astronot selalu menjadi perhatian utama. Selain itu, keterbatasan sumber daya alam, sampah antariksa, dan dampak lingkungan juga menjadi permasalahan yang perlu diatasi.

Selain itu, persoalan hukum dan etika juga harus diperhatikan. Bagaimana kita mengatur kepemilikan sumber daya ruang angkasa? Apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan di luar angkasa? Semua pertanyaan ini perlu dipertimbangkan saat kita menjajaki peluang di bidang ini.

Pendidikan untuk Semua: Menghadapi Tantangan

Pendidikan untuk Semua – Bayangkan sebuah sekolah yang berpindah lokasi setiap empat puluh lima hari — sekolahlah yang mengurus anak tersebut, bukan sebaliknya. Hal ini terjadi di padang rumput Mongolia dimana pemerintah menyediakan sekolah tenda keliling untuk komunitas penggembala nomaden.

Lebih jauh ke utara, dalam kondisi ekstrem di Siberia, atau lebih jauh ke selatan, di dataran panas dan berdebu di Kenya, anak-anak pengembara lainnya menikmati lebih banyak kesempatan pendidikan dibandingkan orang tua mereka. Pendekatan yang diadaptasi ini adalah jawaban untuk menjangkau anak-anak yang terus kehilangan kesempatan belajar, sepuluh tahun setelah komunitas internasional berkomitmen untuk mencapai Pendidikan untuk Semua pada tahun 2015. Enam tujuan diadopsi di Dakar pada Forum Pendidikan Dunia, dua di antaranya juga merupakan Tujuan Pembangunan Milenium, mencakup seluruh spektrum pendidikan, mulai dari anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah, hingga program kejuruan untuk remaja dan program literasi untuk orang dewasa.

Bagi jutaan anak-anak dan remaja, tujuan-tujuan ini membawa perubahan nyata. Dalam satu dekade, terdapat tambahan empat puluh dua juta anak yang memasuki sekolah dasar, dan jumlah anak perempuan yang menerima tunjangan bahkan lebih besar lagi. Asia Selatan dan Barat mengurangi lebih dari separuh jumlah anak-anak putus sekolah dan Afrika Sub-Sahara mengurangi jumlah tersebut sebesar 28 persen.

1 Ketimpangan merupakan salah satu tantangan utama dalam mencapai pendidikan untuk semua

Bukan suatu kebetulan jika sebagian anak tidak menikmati haknya atas pendidikan. Kita tidak bisa mengklaim keberhasilan ketika anak perempuan di 20 persen rumah tangga termiskin mempunyai kemungkinan tiga kali lebih besar untuk putus sekolah dibandingkan anak laki-laki. Begitu pula dengan disabilitas, gender, status minoritas, bahasa dan situasi darurat masih menjadi penyebab eksklusi dalam pembelajaran. Saat ini itulah yang terjadi. Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk memulainya adalah dengan mengidentifikasi setiap anak yang mengalami kehilangan dan memahami alasannya. Apakah biaya sekolah terjangkau? Apakah sekolah berlokasi dekat dengan komunitas marginal? Apakah programnya cukup fleksibel? Di Bangladesh dan Kamboja, manfaat bagi anak-anak yang terpinggirkan memainkan peran penting dalam mempersempit kesenjangan gender dan meningkatkan transisi ke sekolah menengah. Di Bolivia, sekolah cluster telah meningkatkan akses terhadap pendidikan di kalangan anak-anak masyarakat adat.

Baca juga: Program Pertukaran Pelajar Indonesia (Student Exchange Program)

2 Kualitas pendidikan merupakan tantangan besar kedua

Di banyak sekolah, kebutuhan dasar tidak ada: meja, papan tulis, pena, buku pelajaran, listrik, sanitasi dan air mengalir. Yang terpenting, tidak ada guru yang berkualitas – yang merupakan sumber daya pendidikan terpenting di negara mana pun. Akibatnya, terlalu banyak siswa yang tidak memperoleh keterampilan dasar membaca dan berhitung setelah lebih dari enam tahun bersekolah. Sekali lagi, ketimpangan memainkan peranan penting – pendapatan dan pendidikan orang tua, bahasa ibu, dan faktor-faktor lain sangat terkait dengan kesenjangan dalam prestasi akademik. Jawabannya terletak pada program-program yang ditargetkan untuk meningkatkan pembelajaran di kalangan anak-anak yang kurang beruntung, pendidikan bilingual dan antar budaya bagi mereka yang berasal dari etnis dan bahasa minoritas, dan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas. Sementara itu, mengajar

3 Pembiayaan menjadi prioritas ketiga, kunci mengatasi krisis pendidikan

Jelas bahwa krisis ekonomi dan keuangan telah mengubah seluruh lingkungan dimana pemerintah beroperasi. Hal ini dapat memaksa negara-negara untuk memotong pengeluaran mereka untuk pendidikan dan orang tua mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah atau tidak menyekolahkan mereka sama sekali.

Pemerintah pusat tetap menjadi sumber pendanaan terbesar dan banyak pemerintah dapat berbuat lebih banyak untuk meningkatkan sumber daya yang tersedia bagi pendidikan. Namun hal ini tidak cukup untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, terutama di negara-negara dengan sistem pendidikan yang berkembang pesat. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) memperkirakan kesenjangan pendanaan untuk mencapai Pendidikan untuk Semua di negara-negara berpenghasilan rendah sebesar $16 miliar per tahun.

Program Pertukaran Pelajar Indonesia (Student Exchange Program)

Pertukaran Pelajar Indonesia – Bagi sobat yang masih duduk di bangku SMA atau semester awal kuliah pasti sering mendengar istilah program pertukaran pelajar atau yang biasa disebut dengan program Pertukaran Pelajar. Program pertukaran pelajar ini biasanya singkat dan dilakukan di luar negeri.

Banyak pihak yang menilai program ini dapat mengganggu konsentrasi sekolah. Namun tahukah Anda bahwa program seperti ini ternyata akan memberikan manfaat bagi Anda di kemudian hari, baik secara pribadi maupun pendidikan. Selain mendapatkan wawasan tentang dunia luar dan budaya negara lain, Anda juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa asing dan yang terpenting, peluang Anda untuk diterima belajar di luar negeri di masa depan.

Berikut beberapa nama program pertukaran pelajar untuk pelajar Indonesia yang dapat memberikan manfaat bagi Anda:

1. Meliputi Perwalian di Inggris

Program yang dilaksanakan sejak tahun 2003 ini telah mempertemukan generasi muda dari berbagai budaya, komunitas, dan agama untuk melawan stereotip buruk. Negara-negara yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Inggris, Amerika, Indonesia, Palestina dan Israel.

Dalam program ini, setiap tahunnya, selama 10 hari, para peserta yang terlibat akan mengadakan acara-acara penting seperti diskusi, presentasi budaya, kegiatan outbond di alam terbuka, dan lain sebagainya. Acara diadakan di London dan Wales/Skotlandia.

2. Festival Pelajar Internasional di Trondheim (ISFIT) di Norwegia

ISFIT merupakan singkatan dari “International Student Festival in Trondheim”, dan merupakan festival pelajar internasional terbesar di dunia. Program ini melibatkan sekitar 400 relawan mahasiswa dari seluruh dunia. Visi ISFIT adalah menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di seluruh dunia.

Baca juga: Perjalanan Melestarikan Budaya, Memberdayakan Masa Depan

Program ini diadakan setiap 2 tahun sekali, dan setiap festival mempunyai topik sosial, politik dan internasional lainnya. Acara tersebut diadakan di Trondheim, Norwegia. Mahasiswa yang mengikuti acara ini akan mengikuti 18 seminar berbeda dan terlibat dalam acara presentasi budaya.

3. Dikirim ke Program Pemuda Asia Tenggara

Tujuan dari Program ini adalah untuk memperkuat persahabatan dan toleransi di kalangan pemuda dari sepuluh negara Asia Tenggara dan Jepang, untuk memperluas perspektif mereka terhadap dunia, dan lebih jauh lagi, untuk memperkuat semangat kerja sama internasional dan keterampilan praktis untuk kerja sama internasional; serta mengembangkan generasi muda yang mampu melatih keterampilan kepemimpinannya di berbagai bidang dalam masyarakat global dan berkontribusi kepada masyarakat di berbagai bidang seperti pengembangan pemuda.

Tujuan tersebut dapat dicapai melalui berbagi cerita tentang kehidupan mereka di kapal, saling mengenalkan negara masing-masing, serta mengikuti diskusi dan berbagai kegiatan pertukaran baik di kapal maupun selama berada di negara yang dikunjungi.

4. YFU (Pemuda untuk Pemahaman) di Jerman

Youth for Understanding (YFU) adalah organisasi nirlaba internasional dengan program pendidikan di 64 negara. Sebagai salah satu organisasi tertua, terbesar, dan paling dihormati di dunia, YFU telah menunjukkan keunggulan dalam pertukaran pelajar di seluruh dunia sejak tahun 1951.

Program internasional YFU telah memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa di seluruh dunia. Acara ini berfokus pada kebudayaan, karena diyakini bahwa pembelajaran budaya adalah cara terbaik untuk meningkatkan keterampilan generasi muda dalam masyarakat global. YFU menyelenggarakan penempatan pertukaran pelajar di lebih dari 50 negara.

Perjalanan Melestarikan Budaya, Memberdayakan Masa Depan

Perjalanan Melestarikan Budaya – Di lahan subur Kalimantan Timur, masih ada harapan bagi masyarakat adat yang menghadapi tantangan hilangnya hutan. Di Sekolah Adat Arus Kualan, alam adalah guru yang dihormati, dan proses pembelajaran dipadukan dengan upaya melestarikan budaya Dayak.

Saat masyarakat Dayak bergulat dengan ancaman hilangnya hutan, Arus Kualan muncul sebagai kekuatan yang memberdayakan anak-anak, seperti Selsi dan Elis, untuk menjadi pewaris budaya. Perjalanan hidup mereka menggambarkan betapa besarnya dampak pendidikan dalam membentuk masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Selsi, 12 tahun, menemukan passionnya dalam mengajarkan seni memainkan Sampe, alat musik tradisional Dayak. Di luar musik, ia juga mengajarkan berbagai permainan kuno dan seni tenun tradisional yang rumit. Selsi dengan antusias menyatakan, “Arus Kualan telah memberi saya kesempatan untuk belajar tentang budaya saya dan menginspirasi orang lain untuk memeluk tradisi kami. Saya sangat menikmati menyaksikan teman-teman belajar dan melestarikan warisan kita.”

Baca juga: Memberdayakan Perempuan di Seluruh Dunia Dengan Pendidikan

Sedangkan Elis, 14 tahun, yang memiliki ikatan leluhur yang kuat, memiliki semangat yang besar untuk melestarikan ilmu pengobatan tradisional. Terinspirasi dari neneknya yang juga anggota masyarakat adat Dayak, Elis pun antusias berkiprah sebagai tabib.

Selain itu, kefasihan berbahasa Inggrisnya menjadikannya duta budaya. Ia selalu menyambut hangat tamu dari negara lain dan membimbing mereka menyaksikan keajaiban Arus Kualan. “Saya ingin menjembatani kesenjangan antara warisan budaya kita dan dunia. “Dengan berbagi pengetahuan tentang pengobatan tradisional dan seni, kita dapat menciptakan apresiasi yang lebih dalam terhadap jati diri kita,” kata Elis.

Didirikan pada tahun 2014, cabang sekolah adat Arus Kualan tersebar di seluruh Kalimantan Timur sebagai mercusuar pelestarian budaya. Sekolah ini membentuk komunitas siswa yang beragam yang ingin melestarikan warisan Dayak.

Berakar pada keyakinan bahwa kearifan lokal adalah kunci pelestarian warisan budaya, lembaga pendidikan nonformal ini menanamkan seni tari, musik, dan kerajinan tradisional kepada siswanya. Berdasarkan filosofi “alam semesta adalah sekolah dan setiap orang adalah guru”, Arus Kualan merangkul siswa dari segala usia.

Melestarikan Warisan melalui Advokasi Lingkungan

Selama beberapa generasi, masyarakat Dayak sangat menghargai tanah mereka, memandang setiap pohon, sungai, dan makhluk hidup sebagai bagian dari identitas mereka. Arus Kualan menanamkan rasa cinta dan hormat terhadap alam pada diri siswanya.

Hilangnya hutan di Kalimantan mengancam pengetahuan tradisional dan cara hidup masyarakat adat. Karena mereka sangat bergantung pada hutan untuk mendapatkan makanan dan sumber daya, hilangnya hutan akan membahayakan kesejahteraan dan ikatan budaya mereka. Upaya konservasi yang mendesak dan praktik berkelanjutan sangat penting untuk melestarikan hutan Kalimantan dan menjaga warisannya untuk generasi mendatang.

Di tengah tantangan deforestasi dan perubahan iklim, fokus Arus Kualan terhadap pengelolaan lingkungan hidup menjadi sangat penting. Sekolah ini mengintegrasikan ajaran konservasi ke dalam kurikulumnya. Siswa membenamkan diri di alam melalui eksplorasi hutan dan pengamatan satwa liar, menumbuhkan apresiasi mendalam terhadap keterhubungan semua makhluk hidup.

Selsi dan Elis memahami pentingnya menjaga hutan untuk pengobatan tradisional dan kesejahteraan masyarakat. Arus Kualan memberdayakan mereka untuk menjaga warisan budaya dan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Memberdayakan Perempuan di Seluruh Dunia Dengan Pendidikan

Memberdayakan Perempuan di Seluruh Dunia – Kita semua tahu bahwa pendidikan adalah aspek terbaik dalam mengatasi stereotip gender yang merugikan, membangun kepercayaan diri anak perempuan dan perempuan muda, dan membekali mereka dengan keterampilan yang mereka perlukan untuk menjadi pemimpin. Misalnya, Greta Thunberg, Emma Gonzales, dan Malala Yousafzai hanyalah tiga perempuan muda dari seluruh dunia yang menggunakan suara mereka untuk menuntut dunia yang lebih setara dan berkelanjutan.

Kekuatan transformatif pendidikan bagi anak perempuan

Selain meningkatkan kualitas hidup, pendidikan inklusif juga membekali generasi muda dengan keterampilan yang mereka perlukan untuk berkembang menjadi warga negara yang aktif dan mencapai kesetaraan gender. Di sisi lain, penting untuk digarisbawahi bahwa sistem pendidikan tidak boleh memperkuat stereotip gender yang merugikan – misalnya, melalui buku teks yang secara eksklusif menggambarkan laki-laki dalam posisi berkuasa dan perempuan hanya dalam peran merawat dan mengasuh. Sekolah harus menjadi ruang di mana anak laki-laki dan perempuan menjalankan hak pilihan mereka, membuat suara mereka didengar, dan menemukan kekuatan mereka sendiri sebagai pemimpin.

Baca juga: Pentingnya Pendidikan Kesehatan Mental di Sekolah

Wanita yang terpelajar adalah wanita yang kuat

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, banyak kita jumpai perempuan yang mengalami berbagai kerentanan, misalnya keterbatasan dalam mengakses pendidikan, layanan kesehatan, atau bahkan pekerjaan. Hal ini meningkat secara eksponensial bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Sementara itu, banyak peneliti berpendapat bahwa kelompok masyarakat yang berpendidikan lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan tindakan kekerasan dibandingkan kelompok masyarakat yang kurang berpendidikan, dan terdapat korelasi langsung antara pendidikan dan tingkat pendapatan. Dalam situasi ini, mendidik anak perempuan bukan sekedar strategi untuk meningkatkan perekonomian, namun juga merupakan salah satu cara menyelesaikan konflik dengan memberikan pendidikan kepada semua pihak untuk menggunakan metode alternatif dalam mengupayakan perubahan tanpa kekerasan.

Fakta: Pendidikan bagi perempuan mempunyai dampak positif

Tujuan Global PBB telah menetapkan ambisi yang berani, salah satunya adalah memastikan pendidikan inklusif dan berkualitas untuk semua pada tahun 2030. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 secara khusus mendorong kita untuk berkomitmen mengatasi kesetaraan gender melalui pendidikan dan menghilangkan hambatan yang dihadapi oleh anak perempuan. di sekolah. Selain itu, tantangan utama dalam kebijakan adalah memastikan bahwa perempuan telah memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk keluar dari siklus kemiskinan dan stereotip gender.

Dibutuhkan banyak suara

Kebanyakan forum seringkali menghasilkan sejumlah resolusi dan rekomendasi, namun sangat sedikit yang fokus pada peran pemuda dalam pendidikan dan kesetaraan gender. Pemberdayaan pemuda perlu menjadi agenda agar pendidikan berkualitas tetap menjadi hak perempuan, dan agar kita tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga berpartisipasi dalam perundingan perdamaian.

Pentingnya Pendidikan Kesehatan Mental di Sekolah

Pendidikan Kesehatan Mental di Sekolah – Kesehatan mental merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu, upaya peningkatan kesehatan jiwa di sekolah diintegrasikan ke dalam pengelolaan sekolah sehat (UKS) melalui pendidikan kesehatan jiwa. Pendidikan kesehatan jiwa bertujuan untuk memastikan peserta didik mampu menghadapi tantangan hidup dan mempunyai kemampuan menolak pengaruh buruk dari luar.

Selain ditujukan kepada peserta didik, pendidikan kesehatan jiwa juga ditujukan kepada pendidik dan tenaga kependidikan agar pendidik dan tenaga kependidikan mampu memahami perkembangan jiwa peserta didik sesuai kelompok umur anak yang dikaitkan dengan perkembangan fisik.

Mengingat pentingnya pendidikan kesehatan jiwa, maka satuan pendidikan sudah seharusnya memberikan layanan kesehatan jiwa di sekolah. Jenis layanan kesehatan mental apa yang dapat disediakan sekolah? Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

Meningkatkan kesehatan mental (promotif)

Informasi mengenai pentingnya kesehatan jiwa harus terus disosialisasikan agar warga sekolah khususnya siswa secara sadar melakukan upaya peningkatan kesehatan jiwa. Kegiatan yang mendorong peningkatan kesehatan mental antara lain pendidikan kesehatan termasuk konseling masalah emosional, pelatihan perilaku dan keterampilan sosial.

Baca juga: Mengurangi Stigma Kesehatan Mental di Sekolah

Pencegahan (preventif)

Deteksi dini juga tidak kalah penting agar seluruh siswa dapat dilakukan secara cepat dan massal. Dengan melakukan deteksi dini terhadap kondisi psikologis siswa, maka pihak sekolah dapat menentukan penanganan apa yang akan diberikan sesuai dengan kondisi psikologis siswa.

Manajemen dan pemulihan masalah kesehatan mental

Untuk mencegah terjadinya permasalahan kesehatan jiwa siswa, satuan pendidikan dapat memberikan intervensi dini berupa psikoedukasi dan konseling oleh guru dan konselor sebaya serta bimbingan dan konseling kepada keluarga. Apabila timbul permasalahan yang tidak dapat ditangani di sekolah, siswa dapat dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.

Nah, itulah jenis-jenis layanan kesehatan jiwa yang dapat diberikan oleh satuan pendidikan. Selain memberikan ketiga jenis layanan di atas, pembinaan lingkungan sekolah yang sehat jiwa juga harus dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan jiwa pada warga sekolah sekaligus menciptakan suasana kekeluargaan dan hubungan yang erat dan erat antara sesama warga sekolah dan masyarakat. Ingat ya sobat SMP, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jadi, mari kita bersinergi menjaga kesehatan mental seluruh warga sekolah.

Mengurangi Stigma Kesehatan Mental di Sekolah

Mengurangi Stigma Kesehatan Mental – Mengurangi stigma seputar kesehatan mental di sekolah adalah hal yang penting bagi siswa di kelas Anda, dan bagi komunitas sekolah secara keseluruhan.

Apa itu stigma?

Stigma mengacu pada ketika seseorang dipandang tidak setuju karena karakteristik tertentu, seperti memiliki masalah kesehatan mental.

Stigma terkait kesehatan mental berarti bahwa orang dengan kondisi kesehatan mental mungkin dipandang negatif, mempunyai asumsi tentang diri mereka sendiri, atau didiskriminasi karena kesehatan mental mereka. Hal ini juga dapat menyebabkan orang dengan masalah kesehatan mental merasa malu, bersalah, dan takut menceritakan pengalamannya kepada orang lain. Hal ini dapat mempersulit mereka untuk mengakses dukungan dan bantuan.

Baca juga: 5 Cara Mindfulness di Kelas Dapat Meningkatkan Pembelajaran

Cara orang memandang kesehatan mental dan cara mereka merespons dapat dipengaruhi oleh keyakinan budaya, pengetahuan tentang kesehatan mental, dan jumlah kontak yang mereka lakukan serta jenis kontak yang mereka lakukan dengan orang yang memiliki masalah kesehatan mental.

Sekolah memainkan peran penting dalam mengatasi stigma berbasis kesehatan mental karena generasi muda dengan masalah kesehatan mental lebih mungkin mengalami tingkat stigma yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, dan pengalaman awal seputar kesehatan mental dapat berdampak pada pencarian bantuan sepanjang hidup.

Mengapa kita perlu mengurangi stigma seputar penyakit mental

Masih ada anggapan di kalangan masyarakat bahwa penyakit jiwa, khususnya depresi dan kecemasan, hanyalah pertanda kelemahan. Respons yang sangat umum terhadap remaja yang mengalami depresi adalah bahwa mereka “mencari perhatian” dan “harus menguatkan diri dan mengatasinya”.

Bagaimana kita bisa mengurangi stigma kesehatan mental di sekolah?

Kampanye kesadaran masyarakat: melalui buletin sekolah, malam informasi masyarakat, pembagian selebaran informasi dan partisipasi dalam acara masyarakat seperti Movember dan RU OK? Hari.

Program pembelajaran berbasis kurikulum

yang secara eksplisit mengajarkan tentang masalah kesehatan mental dan mengembangkan literasi kesehatan mental siswa. Sumber Daya Ruang kelas kami memiliki beragam sumber daya dan ide pembelajaran berkualitas untuk mendukung penyampaian program pembelajaran kurikulum yang mengatasi stigmatisasi masalah kesehatan mental.

Kembangkan lingkungan yang aman dan mendukung

untuk semua orang, termasuk pelajar, staf, dan anggota masyarakat yang hidupnya terkena dampak kesulitan kesehatan mental.

Berikan contoh rasa hormat terhadap orang yang terkena dampak kesulitan kesehatan mental

Anda dapat melakukan ini dengan memperlakukan orang-orang dengan masalah kesehatan mental sebagai individu, tidak ditentukan oleh kesehatan mental mereka, dan mengoreksi orang lain jika mereka membuat komentar stereotip atau tidak mendukung.

5 Cara Mindfulness di Kelas Dapat Meningkatkan Pembelajaran

Mindfulness di Kelas Dapat Meningkatkan Pembelajaran – Para pendidik telah lama mencari strategi inovatif untuk menumbuhkan lingkungan belajar yang positif di kelas mereka. Meskipun secara historis terdapat beberapa taktik yang digunakan oleh guru dengan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda, saat ini banyak pendidik yang menerapkan solusi baru — mindfulness di kelas.

Lahir dari konsep praktik mindfulness yang lebih luas, ruang kelas yang mindful telah terbukti meningkatkan produktivitas, mengurangi stres, dan menumbuhkan ruang kelas yang peduli dan damai. Namun bagaimana Anda bisa membuat kelas Anda peduli? Berikut adalah beberapa manfaat dari kelas yang penuh perhatian, ditambah 11 cara untuk memasukkan pedagogi positif ini ke dalam pengajaran Anda.

Apa itu Perhatian?

Praktik mindfulness berakar pada ajaran Buddha kuno, namun saat ini, penerapannya dapat dilihat di sekolah, penjara, rumah sakit, dan banyak lagi. Secara umum, mindfulness berarti menjaga kesadaran saat demi saat terhadap pikiran, perasaan, tubuh, dan lingkungan di sekitar kita, melalui perspektif yang lembut dan mengasuh. Artinya benar-benar berada pada saat ini tanpa gangguan atau pertimbangan atas peristiwa masa lalu atau masa depan.

Perhatian di Kelas

Pendidikan mindful secara longgar didefinisikan sebagai penyertaan prinsip, teori, dan praktik mindfulness dan meditasi mindfulness ke dalam pendidikan dengan tujuan membantu siswa belajar:

  • Kesadaran diri
  • Empati
  • Teknik menenangkan dan memfokuskan pikiran
  • Komunikasi yang penuh perhatian
  • Bagaimana menerapkan keterampilan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari

Transisi menuju pendidikan mindful dan menciptakan ruang kelas mindful memerlukan penggabungan konsep dan prinsip yang disebutkan di atas ke dalam praktik pengajaran harian dan rutinitas kelas Anda.

Bagaimana Menerapkan Perhatian Penuh di Kelas Anda

Seperti yang diketahui setiap guru, penguasaan suatu keterampilan baru atau mencoba proses baru harus dimulai dengan pembelajaran terlebih dahulu. Sebelum Anda mulai menerapkan mindfulness ke dalam kelas Anda, carilah sumber daya atau ikuti kursus mindfulness dalam pendidikan — ini akan membantu Anda membuat rencana yang andal dan menyiapkan diri Anda untuk sukses.

Baca juga: 5 Contoh Penerapan Augmented Reality dalam Pembelajaran

Sumber Perhatian Kelas

Karena mindfulness dan meditasi sangat populer saat ini, ada banyak sumber referensi cepat bagi mereka yang ingin menerapkan praktik ini ke dalam kehidupan atau ruang kelas mereka. Namun, jika Anda ingin mempelajari cara mengembangkan dan melatih mindfulness dengan benar di kelas, pertimbangkan untuk mengambil kursus Pengantar Kelas Mindful dari Universitas San Diego. Kursus ini akan membekali Anda dengan pengetahuan dan alat yang diperlukan untuk sepenuhnya menerapkan konsep mindful di kelas Anda, dan membantu siswa serta staf lainnya menyadari manfaat dari praktik mindful.

5 Contoh Penerapan Augmented Reality dalam Pembelajaran

Penerapan Augmented Reality – Perkembangan teknologi untuk memperlancar proses pendidikan semakin meningkat. Salah satu teknologi yang kekinian dan sangat mendukung pembelajaran adalah teknologi Augmented Reality (AR). Kecanggihan tersebut mampu memberikan warna baru dalam bidang pendidikan. Pemanfaatannya tidak hanya berpusat pada wawasan, namun juga menyentuh sisi emosional siswa. Pengalaman yang mereka alami merangsang otak mereka untuk menyerap pengetahuan secara lebih progresif.

Keunggulan Teknologi AR

AR tidak hanya digunakan dalam dunia pendidikan saja, namun banyak bidang yang menggunakannya. Bidang lain yang berlomba-lomba mengembangkan teknologi ini adalah bidang medis, hiburan, desain teknik, industri game, pengembang media sosial, dan aplikasi lain yang mengutamakan fungsi visual.

Contoh penerapan AR dalam pembelajaran

Berikut ini dapat menjadi gambaran bagi Anda bagaimana teknologi Augmented Reality diterapkan dalam pembelajaran.

1. Mempelajari Anatomi Makhluk Hidup

Pada mata pelajaran biologi, media berbasis AR akan sangat membantu guru dan siswa. Terutama dalam mempelajari anatomi berbagai makhluk. Melihat satu sel saja akan memberikan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan hanya melihatnya menggunakan mikroskop.

Visualisasi 3 dimensi pada AR menampilkan bentuk sel dari berbagai sisi. Siswa dapat mempelajari setiap inci sel yang mereka lihat. Jika menggunakan mikroskop, siswa hanya dapat memperhatikan bentuknya saja. Namun ketika menggunakan media pengajaran berbasis AR, semua yang Anda lihat dilengkapi dengan teori dan banyak informasi tambahan yang tidak terdapat pada media pengajaran lainnya.

2. Melihat lebih jelas jenis-jenis atom dalam pelajaran kimia

Sama seperti mengenal anatomi makhluk hidup, menjelajahi dunia atom akan semakin menarik dengan media AR. Siswa dapat dengan jelas menikmati proses bagaimana suatu atom terbentuk dan bagaimana ia bergabung dengan atom lain.

Baca juga: Peran Teknologi Virtual Reality dalam Pembelajaran

Siswa dapat leluasa mengeksplorasi lebih jauh ilmu yang terkandung didalamnya. Kemungkinan untuk dapat berinteraksi dengan objek juga menjadi daya tarik tersendiri. Penyerapan materi akan menjadi lebih mudah dengan melibatkan siswa secara emosional.

3. Pembahasan Bumi dan Luar Angkasa

Materi tentang bumi dan luar angkasa sangat membutuhkan teknologi ini. Banyak lembaga pendidikan yang menerapkannya untuk menunjang mata pelajaran geografi yang istilah-istilahnya seringkali sulit dipahami. Guru juga termotivasi untuk mendampingi siswanya menjelajahi bumi dan luar angkasa.

Media pengajaran tidak lagi hanya berfokus pada atlas dan bola dunia. Alat peraga tersebut kurang relevan saat ini karena kaku dan cenderung membosankan. Kehadiran AR memang menjadi harapan baru dalam dunia pendidikan untuk terus berkembang dengan cepat dan efisien.

4. Pemutaran Film Menggunakan AR

Tenaga pengajar juga dapat menunjukkan kecanggihan AR dengan menghadirkan film atau video edukasi berbasis teknologi tersebut. Video yang Anda tonton tentunya harus berkaitan dengan materi pelajaran yang akan dibahas.

Biasanya video atau film yang menggunakan Augmented Reality memberikan visual yang lebih menggugah. Kualitas gambar dan suasana yang tercipta di dalamnya membuat penonton semakin merasa nyata. Anda juga dapat memulai dengan cara ini di kelas. Berikan siswa Anda pengalaman belajar yang mengesankan.

5. Memperkenalkan Topologi Jaringan Komputer

Bagi anda yang mengajar di jurusan Jaringan Komputer, usahakan semaksimal mungkin untuk mulai menerapkan AR dalam pembelajaran. Pasalnya, cukup banyak SMK yang memanfaatkannya untuk menjelaskan kepada siswanya tentang topologi jaringan komputer. Beberapa aplikasi juga telah diluncurkan untuk mendukung proses pembelajaran di bidang ini.

Detail topologi jaringan komputer yang relatif kompleks dapat diurai dan dipelajari secara mandiri. Proses belajar siswa akan meningkatkan prestasinya dalam memahami materi tanpa harus mengulanginya berkali-kali.

Peran Teknologi Virtual Reality dalam Pembelajaran

Teknologi Virtual Reality dalam Pembelajaran – Teknologi Virtual Reality (VR) mulai diperkenalkan ke segala bidang, termasuk bidang pendidikan. Dalam dunia pendidikan, Virtual Reality sebenarnya bisa diterapkan dalam proses pembelajaran. Padahal, teknologi ini menjadi solusi bagi guru dan siswa sebagai media pembelajaran.

Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) yang diterbitkan pada Oktober 2020, kebutuhan pendidikan akan teknologi Virtual Reality akan mencapai 70 persen pada tahun 2025. Virtual Reality diklaim akan berdampak pada prestasi siswa, mulai dari pemahaman materi, hingga peningkatan positif. . emosi, hingga keterampilan berpikir kritis. Bagaimana penerapan Virtual Reality dalam pembelajaran? Apa manfaatnya? Simak penjelasannya pada artikel ini.

Memahami Realitas Virtual (VR)

Virtual Reality merupakan gabungan dari dua kata bahasa Inggris, yaitu “virtual” yang mempunyai arti dekat, dan “reality” yang berarti hal-hal nyata yang kita alami sebagai manusia. Jadi, Virtual Reality adalah suatu teknologi yang bertujuan untuk meniru dunia nyata dengan lingkungan yang dihasilkan komputer dan melibatkan panca indera manusia. Teknologi ini memungkinkan penggunanya merasakan kondisi yang tampak nyata dari efek tiga dimensi yang dihasilkannya.

Baca Juga: Penerapan Kecerdasan Buatan pada Proses Pembelajaran

Salah satu kelebihan Virtual Reality adalah dapat membantu seseorang meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya tanpa harus melakukannya di kehidupan nyata. Biasanya ini sering digunakan untuk keperluan latihan. Kini VR sudah merambah dunia pendidikan khususnya agar siswa lebih mudah memahami pelajaran yang diajarkan.

Manfaat Virtual Reality untuk Pembelajaran

Penerapan teknologi Virtual Reality dalam pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan daya serap informasi yang diterima siswa. Dengan VR, mata pelajaran yang rumit dan membosankan akan menjadi lebih menarik dan imajinatif, dibandingkan hanya sekedar mendengarkan ceramah guru. Apa saja manfaat Virtual Reality untuk pembelajaran, baik bagi siswa maupun guru? Lihatlah daftarnya.

1. Meningkatkan rasa ingin tahu & semangat belajar

Dalam menyerap informasi, siswa tidak hanya terpaku pada visual buku atau materi audio visual lainnya, jika Virtual Reality diterapkan dalam pembelajaran. Mengingat Virtual Reality menghasilkan efek tiga dimensi yang memvisualisasikan objek nyata, hal ini mendorong siswa untuk lebih memahami pelajaran yang diajarkan serta meningkatkan rasa ingin tahu dan berpikir kritis.

Melalui rasa ingin tahu yang tinggi, maka muncullah semangat belajar yang tinggi. Selain itu, teknologi VR juga memungkinkan interaksi lebih banyak dibandingkan pembelajaran konvensional.

2. Mendorong siswa berpikir kreatif dan kritis

Dari rasa semangat belajar yang meningkat, rasa bosan dalam proses pembelajaran dapat diatasi dengan penerapan teknologi VR di dalam kelas. Hal ini dikarenakan kegiatan belajar mengajar menggunakan Virtual Reality menjadi lebih menarik dan imajinatif. Sehingga memberikan suasana baru dalam kegiatan belajar mengajar yang lebih modern.

Teknologi ini juga mendorong keterlibatan siswa. Mereka bebas berinteraksi dengan objek virtual. Hasilnya, siswa dapat menganalisis, bereksperimen, dan memperoleh pengalaman yang meningkatkan pembelajaran mereka.

3. Memudahkan guru dalam menyampaikan materi

Penerapan Virtual Reality dalam pembelajaran membuat kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan. Hal ini juga berguna bagi guru sebagai media penyampaian materi dan mempermudah proses belajar mengajar.

Guru tidak perlu terlalu banyak menyampaikan materi dalam perkuliahan, karena teknologi VR sudah membantu mereka. Dampak positifnya adalah penerapan VR dalam penyampaian materi dapat meningkatkan efektivitas dan membuat hasil belajar siswa menjadi lebih optimal.

Manfaat jangka panjangnya adalah pemanfaatan VR dalam pembelajaran berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan. Mengingat generasi Z saat ini lebih tertarik dengan media pembelajaran yang memasukkan teknologi di dalamnya, dibandingkan pembelajaran konvensional.

Penerapan Kecerdasan Buatan pada Proses Pembelajaran

Kecerdasan Buatan pada Proses Pembelajaran – Pendidikan telah menjadi medan yang terus berkembang, dan teknologi semakin merambah ke dalamnya. Salah satu terobosan yang mengubah wajah pendidikan adalah penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) pada proses pembelajaran. Artikel ini akan mengupas bagaimana kecerdasan buatan memasuki dunia pendidikan, memperkaya pengalaman belajar, dan menghadirkan peluang baru bagi siswa dan pendidik.

Memahami Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan

Kecerdasan buatan adalah kemampuan komputer atau mesin untuk meniru kecerdasan manusia dalam menyelesaikan tugas tertentu. Dalam pendidikan, AI diterapkan untuk menganalisis data, mengambil keputusan, dan memberikan solusi yang relevan dalam konteks pembelajaran.

Personalisasi Pembelajaran yang Lebih Baik

Salah satu keuntungan utama dari penerapan AI adalah personalisasi pembelajaran yang lebih baik. AI dapat menganalisis data mengenai kemajuan belajar, preferensi, dan gaya belajar siswa. Dengan informasi ini, AI dapat merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa, meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Baca juga: Tren Gamifikasi dan Tips Pembelajaran Online

Pengembangan Materi Pembelajaran yang Lebih Interaktif

AI memungkinkan pembuatan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Dengan menggunakan teknologi seperti augmented reality (AR) atau virtual reality (VR), siswa dapat mengalami pembelajaran yang mendalam dan nyata, seperti eksplorasi sejarah melalui simulasi VR atau interaksi dengan model tiga dimensi dalam ilmu pengetahuan.

Pemantauan Kemajuan dan Umpan Balik yang Real-time

AI memungkinkan pendidik untuk memantau kemajuan belajar siswa secara real-time. Dengan alat analisis data AI, guru dapat mengidentifikasi area-area yang memerlukan perhatian lebih, memberikan umpan balik lebih cepat, dan mengadaptasi strategi mengajar sesuai kebutuhan.

Tantangan dan Pertimbangan Etis

Penerapan AI dalam pendidikan juga menimbulkan pertanyaan etis. Perlindungan privasi data siswa, transparansi algoritma, dan keamanan digital menjadi hal-hal penting yang harus diperhatikan. Penting untuk mengembangkan pedoman dan standar etis yang jelas dalam penggunaan AI di lingkungan pendidikan.

Kolaborasi antara Manusia dan Mesin

Penerapan AI dalam proses pembelajaran bukanlah penggantian peran pendidik, melainkan kolaborasi yang cerdas antara manusia dan mesin. Guru tetap memiliki peran penting dalam memberikan panduan, memotivasi, dan membimbing siswa dalam belajar.

Tren Gamifikasi dan Tips Pembelajaran Online

Tips Pembelajaran Online – Gamifikasi adalah penggunaan prinsip dan elemen utama dalam permainan untuk menyampaikan tujuan pembelajaran tertentu. Unsur-unsur pokok suatu permainan yang merupakan bagian dari gamifikasi untuk pembelajaran dapat dilihat pada gambar berikut.

Elemen utama gamifikasi

Dari perspektif pembelajaran, desain permainan seperti video interaktif, simulasi permainan peran, blockchain, augmented reality, virtual reality dan mixed reality semakin populer dan banyak digunakan. Lagi pula, siapa yang tidak tersesat dalam keseruan bermain game? Ya, itulah alasan mengapa mekanika permainan diterapkan dalam pembelajaran.

Gamifikasi untuk pembelajaran menjadi semakin matang

Tahun ini penggunaan gamifikasi untuk pembelajaran menunjukkan kemajuan, tidak hanya berhenti pada badge dan leaderboard saja.

Solusi gamifikasi yang efektif kini lebih mudah dan murah untuk dicapai dengan semakin banyaknya alat pembuat yang tersedia. Ada beberapa kasus yang menunjukkan strategi mana yang cocok digunakan dan mana yang tidak cocok digunakan. Terjadi pula pergeseran penggunaan teknik pembelajaran berbasis permainan ke gamifikasi di berbagai tingkatan.

Baca juga: Keamanan Internet dan Kesadaran Keamanan Siber untuk Mahasiswa

Penggunaannya semakin cepat seiring dengan munculnya pembelajaran seluler dan pembelajaran mikro

Tahun ini juga terjadi peningkatan pesat dalam penggunaan gamifikasi karena banyak organisasi memilih untuk menggunakan pelatihan dan pembelajaran dalam format pembelajaran seluler dan pembelajaran mikro.

Kiat

Anda dapat memilih pendekatan gamifikasi yang dibagi menjadi beberapa bagian kecil dan dioptimalkan untuk ponsel cerdas. Dengan cara ini pembelajaran dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun serta dapat dirancang untuk memfasilitasi lamaran pekerjaan tertentu atau membantu siswa untuk mencapai kemahiran.

Cakupan Aplikasi Lebih Luas

Dengan banyaknya kasus penggunaan yang berhasil, teknik gamifikasi dapat digunakan di berbagai tingkatan.

Gunakan dalam berbagai pelatihan perusahaan

Seiring dengan semakin matangnya aplikasi gamifikasi, strategi gamifikasi, baik sebagian atau seluruhnya, semakin banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelatihan sebagian besar perusahaan.

Transisi ke penggunaan teknik gamifikasi generasi berikutnya

Teknik gamifikasi generasi berikutnya mengacu pada kombinasi pembelajaran mikro dan aplikasi pembelajaran untuk memberikan pelatihan yang bermakna.

Keamanan Internet dan Kesadaran Keamanan Siber untuk Mahasiswa

Keamanan Internet dan Kesadaran Keamanan Siber – Kita semakin bergantung pada internet dan perangkat digital untuk menjalankan tugas sehari-hari seperti berkomunikasi satu sama lain, mengakses layanan keuangan, serta bekerja dan belajar dari jarak jauh.

Pada tahun 2018, 92% rumah tangga Amerika memiliki setidaknya satu komputer, ponsel cerdas, atau tablet, dan 85% memiliki internet broadband, menurut laporan Biro Sensus AS. Persentase orang Amerika yang menggunakan internet telah meningkat dari 52% pada tahun 2000 menjadi 93% pada tahun 2021, menurut Pew Research Center.

Pandemi Covid-19 mempercepat tren pendidikan jarak jauh di perguruan tinggi. Pada musim gugur tahun 2020, 75% siswa mendaftar di setidaknya satu kursus pendidikan jarak jauh.

Penggunaan perangkat digital secara ekstensif dan berbagi informasi secara online dapat membuat Anda rentan terhadap berbagai bahaya keamanan siber. Memahami cara melindungi diri dari bahaya ini sangatlah penting.

Cara terbaik untuk melawan kejahatan dunia maya adalah melalui kesadaran dan pencegahan. Gunakan statistik, cerita, dan tip ini untuk mempersenjatai diri Anda di dalam dan di luar kampus.

Mengapa Kesadaran Keamanan Siber Penting

Serangan siber adalah upaya jahat untuk membobol komputer dan sistem informasi. Penjahat dunia maya sering kali mencoba menggunakan data digital orang lain untuk keuntungan mereka sendiri. Mereka menggunakan penipuan phishing dan teknik rekayasa sosial lainnya, malware, dan ransomware untuk menyerang individu dan organisasi.

Baca juga: Reformasi Pendidikan Nasional melalui Kemerdekaan Belajar

Jumlah serangan cyber terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan bertambahnya perangkat jaringan. Penjahat dunia maya juga telah mengembangkan taktik yang lebih canggih untuk mendapatkan akses ke informasi pribadi. Cybersecurity Ventures memperkirakan pada tahun 2025, kerugian akibat kejahatan dunia maya dapat mencapai US$10,5 triliun setiap tahunnya.

Pusat Pengaduan Kejahatan Internet (IC3) FBI melaporkan peningkatan dugaan kejahatan internet dari 300.000 pada tahun 2019 menjadi 791.790 pada tahun 2020, dengan kerugian melebihi $4,1 miliar. Laporan FBI IC3 untuk tahun 2021 melaporkan peningkatan 7% dari tahun 2020, dengan kerugian melebihi $6,9 miliar

Korban serangan siber dapat menderita akibat finansial, hukum, dan psikologis. Penjahat dunia maya dapat mencuri informasi pribadi dan merusak reputasi.

Meskipun mahasiswa mungkin menganggap diri mereka sebagai generasi yang paham teknologi, penelitian Atlas VPN pada tahun 2021 menemukan bahwa generasi milenial dan Gen Z adalah kelompok usia yang paling mungkin terkena email phishing.

Baik Anda memasuki tahun pertama atau akhir kuliah, tidak ada kata terlambat untuk mempelajari tips keamanan internet dan meningkatkan kesadaran keamanan siber Anda.

Kerentanan Keamanan Komputer dan Seluler

Kejahatan dunia maya sedang meningkat di seluruh dunia, didorong oleh peningkatan perangkat, penggunaan media sosial, penyimpanan cloud, unduhan digital, serta pembayaran seluler dan online. Data pribadi dan keuangan konsumen ada di mana-mana, dan peretas semakin pintar dalam mengumpulkannya.

Komputer dan perangkat seluler sangat rentan terhadap malware, ransomware, dan serangan phishing yang menargetkan nomor jaminan sosial, informasi kartu kredit, dan data rekening bank.

Almanak Keamanan Siber 2022 melaporkan bahwa dengan hampir 5,3 miliar perangkat seluler di seluruh dunia, ancaman keamanan semakin meningkat, dan perangkat seluler menyumbang lebih dari 60% penipuan digital. Kini semakin penting untuk bertanggung jawab atas keamanan komputer dan perangkat seluler Anda saat kuliah.

Reformasi Pendidikan Nasional melalui Kemerdekaan Belajar

Pendidikan Nasional melalui Kemerdekaan Belajar – Menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencanangkan reformasi sistem pendidikan. sistem pendidikan. sistem Pendidikan. Sistem pendidikan Indonesia melalui kebijakan Merdeka Belajar. Hal itu ditegaskan kembali Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam web seminar di Jakarta, Selasa (5/5).

“Kebijakan Merdeka Belajar memberikan kebebasan bagi setiap satuan pendidikan untuk berinovasi. “Konsep ini harus menyesuaikan dengan kondisi di mana proses belajar mengajar berlangsung, baik dari segi budaya, kearifan lokal, sosial ekonomi, dan infrastruktur,” jelas Menteri. Pendidikan dan kebudayaan. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan angka-angka seperti PISA sehingga menciptakan sistem yang tidak memberikan ruang untuk inovasi,” imbuhnya.

Baca juga: Tantangan dan Masa Depan Pendidikan di Indonesia Terbaru 2023

Menurut Nadiem, Kemendikbud sedang menyiapkan strategi yang tidak menyimpang dari hakikat pendidikan, yakni kualitas guru. Guru tidak bisa digantikan oleh teknologi. “Teknologi merupakan alat untuk membantu guru meningkatkan potensinya dan menemukan guru penggerak terbaik serta memastikan mereka dapat menjadi pemimpin pembelajaran di sekolah-sekolah seluruh Indonesia,” ujarnya.

Konsep pelatihan guru akan berubah dari model seminar atau workshop menjadi pelatihan yang lebih praktis. Kurikulum yang mudah dipahami dan lebih fleksibel juga menjadi salah satu hal yang diperlukan untuk mendukung implementasi Merdeka Belajar. Kurikulum yang dapat mendorong guru untuk memilih bahan atau metode pembelajaran yang berkualitas, namun sesuai dengan tingkat kompetensi, minat dan bakat setiap siswa.

“Hakikat Merdeka Belajar adalah menggali potensi terbesar yang dimiliki guru dan siswa sekolah kita untuk berinovasi dan meningkatkan mutu pembelajaran secara mandiri. Kemandirian bukan sekedar mengikuti proses birokrasi pendidikan, tapi benar-benar inovasi pendidikan,” tegas Mendikbud. dan Budaya. Budaya. .

Teknologi untuk Akselerasi

Mendikbud menegaskan, keberagaman pendekatan yang ada telah melahirkan berbagai macam teknik dan inovasi di setiap daerah, sekolah, dan siswa. Semua itu hanya bisa dilakukan dengan dukungan teknologi. Kebebasan Belajar tidak akan mungkin terwujud tanpa teknologi. “Tidak semua teknologi ini online tetapi bisa berbeda-beda. Begitu pula dengan pemanfaatan TVRI sebagai media pembelajaran. “Jadi seluruh teknologi yang kami sebutkan akan digunakan dalam implementasi Merdeka Belajar,” jelas Mendikbud.

Di sisi lain, pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) justru memberikan potensi percepatan kebijakan Merdeka Belajar. Pandemi Covid-19 telah menunjukkan bahwa sebenarnya terdapat perbedaan besar antara mereka yang memiliki akses terhadap teknologi dan mereka yang tidak. Padahal, teknologi berpotensi memberikan akses atau kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses yang sama terhadap materi dan pembelajaran yang sama.

Kekhawatiran terhadap pentingnya pemerataan akses, khususnya terhadap jaringan internet dan listrik, tidak hanya menjadi fokus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saja, namun juga kementerian atau lembaga lainnya. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini. Konektivitas internet, kemampuan membayar data, serta infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi harus menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan, kata Mendikbud.

Keberagaman sebagai Esensi

Setiap siswa, sekolah dan daerah mempunyai tingkat kompetensi dasar, literasi dan numerasi yang berbeda-beda. Jadi, tidak ada gunanya memaksakan standar kadar setiap tahun pembelajaran dalam kurikulum. “Tidak mungkin kita menggeneralisasi semua siswa pada satu standar saja. Guru harus bisa menemukan materi yang tepat dan sesuai dengan tingkat kompetensi siswanya, sehingga siswa tidak merasa terlalu sulit dan tidak terlalu mudah, jelas Menteri. Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemudian, pemangku kepentingan harus memberikan kebebasan kepada guru untuk menentukan tingkat pengajaran dan alat penilaian yang dapat mengukur siswanya dengan tepat.

Beragamnya minat dan kemampuan yang dimiliki siswa menjadi alasan terkuat mengapa pengukuran prestasi siswa tidak hanya dinilai dengan menggunakan angka prestasi akademik saja, namun juga berbagai kegiatan lain atau ekstrakurikuler. “Mungkin ada kegiatan di luar kelas yang mungkin menarik bagi siswa sehingga kita harus memberikan pengakuan dan fasilitas. “Bisa menjadi bagian dari pendidikan mereka,” kata Mendikbud.

Kearifan lokal juga menjadi unsur penting dalam pembelajaran. Setiap siswa akan memahami materi dengan lebih baik jika menggunakan konteks lokal. “Setiap siswa akan melihat semua mata pelajaran dan semua materi dalam konteks. Mengapa saya harus peduli

Tantangan dan Masa Depan Pendidikan di Indonesia Terbaru 2023

Tantangan dan Masa Depan Pendidikan di Indonesia – Orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik kepada anaknya terutama dalam bidang pendidikan, seperti menyekolahkan anaknya ke sekolah terbaik, memberikan fasilitas pendidikan yang terbaik dan memantau kemajuan pendidikan anaknya dari hari ke hari.

Segala upaya orang tua tersebut semata-mata untuk memberikan bekal bagi anaknya di kemudian hari. Harapannya, anak-anak mampu bersaing dan meraih kesuksesan.

Sayangnya, meski semua orang tua berharap anaknya mendapat pendidikan dengan kualitas terbaik, namun hal tersebut tidak terjadi sesuai harapan. Salah satu kendalanya adalah standar pendidikan di Indonesia yang belum sepenuhnya sama. Hal ini terjadi karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM), fasilitas dan kondisi geografis atau lingkungan.

Hal ini menjadi permasalahan pendidikan di Indonesia sekaligus tantangan untuk memperbaikinya. Lalu apa saja permasalahan dan tantangannya? Simak artikel berikut ini:

Permasalahan Mendasar yang Dihadapi Guru dan Siswa di Indonesia

Memiliki 16.771 pulau dengan total 34 provinsi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan negara kepulauan terbesar di dunia. Kaya akan sumber daya alam, budaya dan adat istiadat, Indonesia juga mempunyai banyak kendala karena banyaknya pulau yang dimilikinya.

Salah satunya adalah belum meratanya distribusi infrastruktur dan sumber daya manusia di seluruh Indonesia, hal ini juga menjadi akar permasalahan pendidikan di Indonesia. Ketimpangan mutu pendidikan antara satu daerah dengan daerah lain menimbulkan disparitas.

Baca juga: Pentingnya Edukasi Pelestarian Lingkungan, Berikut Penjelasannya

Harus diakui bahwa siswa atau guru yang tinggal di perkotaan dan yang tinggal di daerah terpencil mempunyai paparan informasi yang berbeda. Di dalam kota, informasi dapat diperoleh lebih cepat karena didukung jaringan komunikasi yang luas jangkauannya.

Sedangkan mereka yang tinggal di wilayah regional mengalami perlambatan komunikasi karena letak geografis yang tidak didukung jaringan yang andal.

Selain permasalahan demografi yang menjadi permasalahan pendidikan di Indonesia, berikut beberapa permasalahan lain yang harus menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat:

Kualitas dan Distribusi Guru

Pemerintah Indonesia menyadari bahwa pendidikan di Indonesia memang timpang, dan solusi untuk mengatasinya adalah dengan menerapkan sistem zonasi pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga jenjang pendidikan masyarakat.

Sekilas nampaknya sistem zonasi ini lebih berdampak pada siswa. Sebab aturan ini memperbolehkan siswa untuk mengenyam pendidikan di tempat yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Namun nyatanya sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan pendidikan di Indonesia, khususnya distribusi guru.

Sejauh ini, menurut pemerintah, jumlah guru bersertifikat di daerah masih sangat sedikit. Berbeda dengan jumlah guru di kota yang sebagian besar merupakan guru bersertifikat dan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Sehingga tidak jarang guru yang berstatus ASN dan bersertifikasi menumpuk di satu daerah.

Kurikulum

Permasalahan pendidikan di Indonesia lainnya terletak pada kurikulum pendidikan dalam hal penyusunan kurikulum. Sehingga implementasi kurikulum yang direncanakan seringkali gagal karena tidak adanya pengaturan proses pembelajaran dan sasaran bagi siswa.

Tidak hanya itu, sering dikatakan bahwa penyusunan kurikulum seringkali dilakukan secara tergesa-gesa dan tiba-tiba tanpa diimbangi dengan pelatihan guru. Padahal kedudukan guru sebagai pelaksana kurikulum sangat menentukan keberhasilan penerapan kurikulum.

Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19, pemerintah memutuskan menerapkan kurikulum baru untuk mengadaptasi kegiatan belajar mengajar secara online. Sayangnya keputusan ini juga diambil secara terburu-buru sehingga pelaksanaannya kurang maksimal karena kurangnya pelatihan yang diterima guru.

Budaya

Pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari aspek politik, sosial, agama, dan budaya. Seperti yang kita ketahui, sebagai negara kepulauan, Indonesia mempunyai beragam budaya yang berbeda satu sama lain.

Nah, permasalahan pendidikan di Indonesia salah satunya juga berasal dari budaya. Namun dampaknya disebabkan oleh dua hal. Pertama, globalisasi atau pengaruh dari luar. Hal ini berkaitan dengan pengaruh budaya luar yang tidak selaras dengan budaya Indonesia, misalnya: gaya hidup konsumeris, hedonisme.

Kedua, budaya belajar siswa di sekolah sangat dipengaruhi oleh adat istiadat, norma atau adat istiadat setempat. Seringkali lingkungan tidak mendukung anak untuk belajar dengan nyaman, hal ini bisa jadi karena terjadi peristiwa besar yang menimbulkan korban jiwa.

Pentingnya Edukasi Pelestarian Lingkungan, Berikut Penjelasannya

Edukasi Pelestarian Lingkungan – Pendidikan memainkan peran penting dalam membangun keyakinan, pemahaman, dan perilaku ekologis manusia. Timbulnya berbagai kerusakan alam, banjir, tanah longsor dan krisis lingkungan hidup lainnya tidak lepas dari aktivitas manusia yang sudah melampaui batas.

Perilaku buruk terhadap alam kini menjadi ancaman yang semakin nyata. Bencana alam, polusi udara, krisis air, dan tenggelamnya wilayah-wilayah kecil dan pulau-pulau merupakan bukti nyata dampak perilaku buruk manusia.

Baca juga: 6 Daftar Program Sekolah Ramah Lingkungan yang Inspiratif

Padahal, menjaga dan merawat lingkungan merupakan hal yang wajib bagi setiap manusia. Hal ini disebabkan karena lingkungan mempengaruhi manusia, dan sebaliknya manusia mempengaruhi lingkungan. Jika lingkungan hidup rusak maka manusia juga ikut rusak, baik secara fisik maupun non fisik.

Menjaga lingkungan tidak hanya sekedar membuang sampah pada tempatnya saja, namun lebih dari itu permasalahan lingkungan hidup sangatlah kompleks dan sangat memerlukan kesadaran dari setiap individu untuk saling menjaga. Dalam hal ini, pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup merupakan salah satu cara kita dapat menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup sedini mungkin.

Berikut informasi lebih lanjut mengenai pentingnya pendidikan lingkungan hidup lengkap dengan penjelasannya, telah dirangkum merdeka.com melalui media.neliti.com dan berbagai sumber lainnya pada Selasa (18/07/2022).

Penyebab Kerusakan Lingkungan

Sebelum mengetahui pentingnya edukasi mengenai pelestarian lingkungan hidup, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai penyebab kerusakan lingkungan itu sendiri. Berikut penyebab kerusakan lingkungan hidup dan penjelasannya:

1. Perilaku Manusia

Manusia memandang lingkungan hidup sebagai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sesuai keinginan dan kepentingannya sendiri. Kegiatan eksploitasi yang dilakukan secara terus menerus tanpa adanya upaya konservasi akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Selain itu, rendahnya kesadaran setiap individu terhadap pelestarian lingkungan juga dapat mempengaruhi timbulnya kerusakan lingkungan.

2. Kesulitan Teknologi

Bagi masyarakat yang distribusi teknologinya belum merata seperti di Indonesia, banyak yang kesulitan menemukan teknologi ramah lingkungan. Sehingga masih banyak masyarakat yang tetap menggunakan teknologi yang ada meski dinilai tidak ramah lingkungan. Seperti penggunaan CFC atau Klorofluorokarbon sebagai bahan pendingin lemari es dan AC atau AC.

3. Rendahnya Sinergi Masyarakat

Lingkungan juga bisa disebabkan oleh tidak adanya kesamaan tujuan yang ingin dicapai oleh manusia. Hal ini akan berdampak pada berkurangnya aktivitas masyarakat atau inisiatif perbaikan lingkungan.

Saat ini kerusakan lingkungan mudah ditemukan di sekitar kita dan sudah memasuki fase darurat. Selain faktor alam seperti perubahan iklim, faktor manusia juga turut berperan dalam menyebabkan kerusakan alam.

Beberapa permasalahan lingkungan yang muncul antara lain meningkatnya permasalahan sampah, banjir, pencemaran sungai, kenaikan suhu bumi dan pencemaran udara.

6 Daftar Program Sekolah Ramah Lingkungan yang Inspiratif

Program Sekolah Ramah Lingkungan – Program sekolah ramah lingkungan merupakan upaya penting untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Melalui berbagai kegiatan dan inisiatif kreatif, program-program ini tidak hanya memberikan pendidikan lingkungan hidup kepada siswa, namun juga mendorong mereka menjadi agen perubahan yang bertanggung jawab terhadap masa depan planet kita. Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan sepuluh program sekolah ramah lingkungan yang menginspirasi dan memberikan dampak positif yang signifikan.

Program Pengurangan Plastik Sekolah

Program ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di sekolah. Dengan mengganti botol plastik dengan botol minum, menggunakan alat tulis ramah lingkungan, dan mengurangi kantong plastik, sekolah dapat mengedukasi siswa mengenai dampak negatif penggunaan plastik terhadap lingkungan.

Taman Sekolah Organik

Program ini melibatkan siswa dalam mengembangkan dan memelihara kebun organik di lingkungan sekolah. Siswa belajar tentang pertanian berkelanjutan, penggunaan pupuk organik, dan manfaat pertanian organik bagi lingkungan. Selain itu, hasil panennya dapat digunakan untuk konsumsi di kantin sekolah atau dibagikan kepada masyarakat setempat.

Baca juga: Program Lingkungan Sekolah Adiwiyata Meningkatkan Kepedulian Lingkungan

Pencemaran Tanah dan Air

Program ini mengajarkan siswa tentang penyebab dan dampak pencemaran tanah dan air. Melalui eksperimen dan kegiatan lapangan, siswa belajar bagaimana mencegah polusi dengan membuang sampah secara benar, menjaga kebersihan sungai dan laut, dan mempraktikkan metode pengolahan air sederhana.

Program Daur Ulang

Melalui program ini, siswa diajarkan tentang pentingnya daur ulang dan cara mengelola sampah dengan bijak. Mereka terlibat dalam pengumpulan, pemilahan dan pengolahan sampah di sekolah. Siswa juga bisa belajar membuat kerajinan tangan dari barang bekas atau mengolah sampah organik menjadi kompos.

Membuat Taman Vertikal

Program ini mengajarkan siswa tentang keberlanjutan dan manfaat taman vertikal dalam menjaga kualitas udara dan penghijauan lingkungan perkotaan. Siswa dilibatkan dalam merancang, membangun dan memelihara taman vertikal di dinding atau area kosong di sekolah mereka.

Program Penanaman Pohon

Program ini mengajarkan siswa tentang pentingnya upaya penanaman pohon dan penghijauan. Siswa dilibatkan dalam kegiatan penanaman pohon di sekitar sekolah, taman kota, atau kawasan yang membutuhkan penghijauan. Selain itu, mereka juga belajar tentang peran pepohonan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Program Lingkungan Sekolah Adiwiyata Meningkatkan Kepedulian Lingkungan

Meningkatkan Kesadaran Lingkungan – Sekolah Adiwiyata merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Melalui program ini, sekolah-sekolah di Indonesia didorong untuk melakukan upaya menjaga kelestarian alam dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Artikel ini akan membahas Sekolah Adiwiyata, tujuan dan manfaatnya serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan program ini di sekolah.

Apa itu Sekolah Adiwiyata?

Sekolah Adiwiyata merupakan program nasional yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan siswa. Program ini dimulai pada tahun 2006 dan bertujuan untuk mengintegrasikan pembelajaran tentang lingkungan hidup ke dalam kurikulum pendidikan dan membangun budaya hidup bersih dan sehat di sekolah.

Tujuan dan Manfaat Sekolah Adiwiyata

Tujuan utama Sekolah Adiwiyata adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan serta mendorong perubahan perilaku positif dalam pengelolaan lingkungan di sekolah. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membangun jaringan antar sekolah yang peduli lingkungan dan memperkenalkan konsep dan praktik lingkungan yang baik.

Baca juga: ZERO WASTE DALAM KEGIATAN BELAJAR DAN SEKOLAH

Manfaat Sekolah Adiwiyata banyak sekali. Pertama, program ini membantu sekolah memenuhi persyaratan peraturan pemerintah terkait lingkungan hidup. Kedua, program ini membantu sekolah meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengintegrasikan pembelajaran lingkungan hidup ke dalam kurikulum. Ketiga, program ini juga dapat meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan membentuk perilaku positif dalam pengelolaan lingkungan di sekolah. Terakhir, program ini juga dapat meningkatkan citra sekolah dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah.

Langkah-Langkah Penerapan Sekolah Adiwiyata

Untuk melaksanakan program Sekolah Adiwiyata di sekolah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, sekolah perlu membentuk tim pengelola program yang terdiri dari guru, siswa, dan staf sekolah. Kedua, sekolah perlu membuat rencana aksi rinci mengenai upaya pelestarian alam dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan di sekolah. Rencana aksi ini harus mencakup aspek-aspek seperti penghematan energi, pengelolaan limbah, penghijauan dan penghematan air.

Ketiga, sekolah perlu mengintegrasikan pembelajaran tentang lingkungan hidup ke dalam kurikulum pendidikan. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan materi tentang lingkungan hidup pada mata pelajaran yang sudah ada dan mengembangkan program ekstrakurikuler tentang lingkungan hidup.

Keempat, sekolah perlu melibatkan seluruh warga sekolah dalam program Sekolah Adiwiyata. Dalam hal ini, orang tua siswa dan masyarakat sekitar sekolah juga dapat terlibat dalam program ini untuk mendukung upaya pelestarian alam dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Kelima, sekolah perlu melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Sekolah Adiwiyata di sekolah. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan program ini berjalan sesuai rencana aksi serta mengidentifikasi hambatan dan permasalahan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan.

Kesimpulan: Program Sekolah Adiwiyata merupakan langkah positif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa di Indonesia. Program ini memberikan banyak manfaat bagi sekolah dalam memenuhi persyaratan peraturan pemerintah, meningkatkan mutu pendidikan, dan membentuk perilaku positif dalam pengelolaan lingkungan hidup di sekolah. Dengan mengikuti langkah-langkah implementasi yang tepat, sekolah dapat berhasil melaksanakan program ini dan berkontribusi dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat serta melestarikan lingkungan di Indonesia.

ZERO WASTE DALAM KEGIATAN BELAJAR DAN SEKOLAH

Zero Waste Dalam Kegiatan Belajar – Istilah zero waste diambil dari bahasa Inggris yang berarti zero waste, diperluas menjadi no atau free waste. Dengan kondisi yang dianggap darurat. Sampah masih terlihat dimana-mana. Permasalahan sampah yang menumpuk di pinggir jalan atau di sekitar pasar dan pemukiman juga sangat mengkhawatirkan. Awalnya, sampah mungkin dianggap sepele. Seiring berjalannya waktu, sampah sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Perilaku atau karakter masyarakat nampaknya masih sangat sadar akan bahaya sampah. Sampah di selokan, sampah di pemukiman warga, sampah di pusat perbelanjaan khususnya pasar tradisional, bahkan sampah di sekitar perkantoran dan sekolah. Hal ini menunjukkan cara berpikir yang buruk terhadap sampah.

Perilaku masyarakat di jalan saat mengendarai kendaraan adalah masih membuang sampah baik sepeda motor maupun mobil. Kebiasaan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai juga sangat terlihat. Kebanyakan dari mereka masih membuang sampah rumah tangga ke sungai, hal ini sangat berbahaya, penumpukan sampah sangat luar biasa sehingga petugas kebersihan kewalahan bahkan tidak mampu menanganinya. Sampah yang menumpuk di sungai ternyata menimbulkan bau yang menyengat dan menimbulkan polusi udara. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat sekitar. Ketika diadakan acara-acara besar di tingkat RT, RW, desa, kecamatan, kota, provinsi, nasional bahkan internasional tentu sangat memprihatinkan. Seusai kegiatan, banyak sampah berserakan. Peserta sembarangan membuang sampah di jalan. Hal ini menunjukkan bahwa sikap dan perilaku masyarakat masih kurang pengetahuannya tentang sampah, padahal sampah tersebut merupakan sisa makanan yang dikonsumsi selama beraktivitas. Penyelenggara biasanya bertanggung jawab atas kebersihan. Namun perlu adanya sosialisasi mengenai darurat sampah akibat perilaku buruk terhadap sampah.

Baca juga: 5 Daftar Perguruan Tinggi Terbaik di Aceh, Negeri dan Swasta

Kegiatan Sekolah tentang Zero Waste

Program zero waste yang dicanangkan Pemprov NTB merupakan aksi balas dendam. Dimulai dengan mensosialisasikan program-program yang hanya dibahas di atas kertas. Perlahan-lahan hal ini mulai diterapkan langsung oleh warga sekolah. Berawal dari kesadaran akan pentingnya kebersihan. Pisahkan sampah organik dan anorganik dengan menyiapkan tempat sampah yang sesuai untuk sampah tersebut. Perilaku hidup bersih, bersih diri, bersih fasilitas, dan bersih lingkungan. Penyediaan fasilitas cuci tangan umum mendorong pengurangan sampah plastik, yaitu dengan menggunakan wadah isi ulang dibandingkan menggunakan atau mengonsumsi minuman kemasan plastik. Galon air mineral disediakan di ruang guru. Guru menggunakan botol isi ulang yang disediakan sekolah atau membawanya sendiri.

Kemudian pengolahan sampah juga merupakan upaya yang telah dilakukan. Pengolahan sampah plastik dilakukan oleh tim sekolah sehat. Jadi sampah plastik dikumpulkan lalu diolah menjadi barang yang bisa digunakan. Program ecobrick juga dilaksanakan yaitu dengan mengumpulkan sampah plastik berupa botol minuman, kemudian menambahkan sampah plastik kemasan makanan ringan dan mengolahnya menjadi barang yang bermanfaat. Upaya yang dilakukan adalah dengan mewajibkan warga sekolah khususnya siswa untuk membuat ecobrick di sekitar rumah dan dimanapun berada, kemudian mereka dihimbau untuk perlahan tapi pasti memasukkan sampah plastik ke dalam botol. Kemudian kumpulkan menjadi barang-barang berguna seperti piring makanan, tas, wadah. gelas, vas bunga dan lain-lain.

Alasan Mengapa Banyak Sekolah Tidak Mendapatkan Siswa di Tahun 2023

Alasan Mengapa Banyak Sekolah Tidak Mendapatkan Siswa – Pada tahun 2023, banyak sekolah di Indonesia yang mengalami penurunan jumlah siswa yang mendaftar. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

Pandemi covid-19

Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak tahun 2020 memberikan dampak yang besar bagi dunia pendidikan. Banyak sekolah terpaksa tutup sementara atau beralih ke sistem pembelajaran jarak jauh. Hal ini menyebabkan banyak orang tua dan siswa yang merasa kurang nyaman dan percaya diri dengan kualitas pendidikan yang diberikan. Selain itu, pandemi juga menyebabkan krisis ekonomi yang membuat banyak orang tua tidak mampu membayar biaya sekolah.

Baca juga: Teknologi dalam Transformasi Pembelajaran Kurikulum Mandiri

Persaingan dengan Sekolah Alternatif

Di era digital, banyak bermunculan sekolah alternatif yang menawarkan pendidikan yang lebih fleksibel, inovatif dan sesuai dengan minat dan bakat siswa. Beberapa contoh sekolah alternatif adalah homeschooling, unschooling, sekolah alam, sekolah inklusif, dan sekolah online. Sekolah-sekolah ini menarik perhatian banyak orang tua dan siswa yang ingin mencari pendidikan yang berbeda dengan sekolah konvensional.

Perubahan Demografi

Faktor lain yang menyebabkan banyak sekolah tidak menerima siswa 2023 adalah perubahan demografi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kelahiran di Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Artinya jumlah anak usia sekolah juga semakin berkurang. Selain itu, banyak orang tua memilih untuk memiliki lebih sedikit atau tidak punya anak karena alasan ekonomi, lingkungan, atau pribadi.

Kesimpulan

Banyak sekolah di Indonesia yang tidak menerima siswa pada tahun 2023 karena dampak pandemi Covid-19, persaingan dengan sekolah alternatif, dan perubahan demografi. Hal ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia sedang menghadapi tantangan dan perubahan yang besar. Oleh karena itu, sekolah perlu beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan dan menarik bagi calon siswa.

Teknologi dalam Transformasi Pembelajaran Kurikulum Mandiri

Transformasi Pembelajaran Kurikulum Mandiri – Tahun ajaran baru 2022/2023 dimulai, 143.265 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia telah mendaftar untuk mulai menerapkan kurikulum mandiri dalam kegiatan belajar mengajarnya. Untuk menghindari kesalahpahaman mengenai penerapan kurikulum mandiri, seperti adanya keluhan yang disampaikan kepada tim Pelaksana Kurikulum Mandiri Pusat bahwa satuan pendidikan harus atau wajib menerapkan kurikulum mandiri pada tahun ajaran 2022/2023; Satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Mandiri diberikan bimbingan teknis berjenjang mulai dari pusat hingga daerah, kemudian hingga tingkat sekolah. Berbagai upaya telah dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, salah satunya dengan bersinergi dengan pemerintah daerah, untuk dapat melihat langsung implementasi Kurikulum Mandiri dan pemanfaatannya. Platform Merdeka Mengajar di satuan pendidikan.

Kurikulum Merdeka dilaksanakan dalam rangka mengembalikan pembelajaran melalui pembelajaran bermakna, menyenangkan dan relevan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan sehingga tercipta peserta didik Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Maha Esa, berakhlak mulia, bekerja sama dan mempunyai keberagaman global. (Dok: Rencana Strategis Direktorat Guru Pendidikan Dasar Tahun 2020-2024)

Salah satu cara untuk menciptakan pembelajaran bermakna dan berkualitas yang diharapkan dalam kurikulum mandiri adalah melalui pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan, kemampuan dan karakteristik setiap siswa.

Guru dapat menggunakan berbagai model pembelajaran agar pembelajaran bermakna, dan melibatkan siswa secara aktif sekaligus menumbuhkan minat siswa dalam belajar. Model pembelajaran tersebut antara lain model pembelajaran kooperatif window shopping, inkuiri, proyek belanja pengetahuan dengan melihat hasil kerja kelompok lain, serta pembelajaran di luar kelas, dan lain-lain. Model pembelajaran ini dilaksanakan dengan cara mengarahkan guru dan di sekolah mengemudi.

Teknologi dalam Proses Pembelajaran Diferensiasi

Teknologi secara umum diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan dalam banyak hal. Teknologi juga mempunyai dampak yang besar terhadap pendidikan. Kedua hal ini semakin tidak dapat dipisahkan karena perannya saling berhubungan.

Teknologi dapat dijadikan alat oleh pendidik untuk memperlancar proses pendidikan. Selain itu, siswa juga dapat menggali lebih banyak pengetahuan dan melakukan proses pembelajaran yang berbeda. Pembelajaran di kelas dapat lebih menyenangkan dengan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

Di era digitalisasi saat ini, hampir seluruh akses informasi dan materi dapat ditemukan di dunia maya, baik mengakses halaman maupun aplikasi. Kemendikbud sangat menyadari kebutuhan saat ini, karena dengan memanfaatkan teknologi dapat menjangkau dan mendistribusikan kebijakan secara lebih luas, serta mengoptimalkan penerapan Kurikulum Mandiri melalui proses pembelajaran yang berdiferensiasi.

Transformasi Pembelajaran Kurikulum Mandiri

Tujuan penyelenggaraan pendidikan pada hakikatnya adalah mempersiapkan peserta didik secara utuh dalam memaknai kehidupan dan menyikapi tantangan hidup yang dihadapinya. Pembelajaran sebagai proses pendidikan inti harus dilaksanakan dengan memposisikan peserta didik sebagai pelaku kunci. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dengan kesadaran, motivasi dan tujuan yang cukup dengan berpartisipasi secara aktif (Hardika, 2012).

Transformasi Pembelajaran merupakan proses pembelajaran yang mendekatkan siswa pada kenyataan, menyajikan pengetahuan secara kritis dan reflektif, kemudian memposisikan guru sebagai fasilitator untuk memimpin dan mendorong proses pembelajaran (Insiyah, 2018). Tujuan pembelajaran transformatif harus dipahami sebagai kembalinya misi awal pendidikan, yaitu membentuk pribadi seutuhnya. Tidak hanya untuk mengembangkan kapasitas kritis individu siswa dalam aspek kognitif, emosional dan spiritual, tetapi juga untuk menghubungkan mereka dengan kerangka sosial dan lingkungan di mana mereka memandang dirinya.

Transformasi Digital di Indonesia mengubah lanskap perekonomian terbesar di ASEAN

Transformasi Digital di Indonesia – Ekonomi digital Indonesia menyumbang 40% transaksi digital di ASEAN, menjadikannya pendorong pertumbuhan terbesar di kawasan ini. “Perekonomian ASEAN tumbuh sebesar 6% setiap tahunnya, dan diperkirakan mencapai US$ 1 triliun pada tahun 2030,” kata Kepala Pusat Kelembagaan Internasional Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ichwan Makmur Nasution.

Namun, pada saat yang sama, pertumbuhan luar biasa ini menghadirkan sebuah paradoks: selain memberikan peluang untuk meningkatkan produktivitas dan menjangkau lebih banyak pasar, pertumbuhan tersebut juga menciptakan tantangan berupa terbatasnya akses terhadap infrastruktur digital dan kesenjangan dalam keterampilan digital.

Pada Konferensi dan Expo Transformasi Digital Indonesia (DTI-CX) 2023, Ichwan berbicara dengan Ketua Komite Tetap KADIN Arif Ilham Adnan tentang bagaimana organisasi dapat bertransformasi secara digital secara inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan.

Menurut Ichwan, peran Indonesia adalah menjadikan ASEAN sebagai episentrum ekonomi digital. Pengguna internet ASEAN akan mencapai 460 juta orang pada tahun 2022 dengan sektor e-commerce memberikan kontribusi lebih dari US$ 130 juta pada tahun 2022. Saat ini sekitar 20-25 juta pedagang bertransaksi di platform e-commerce dan menciptakan 160.000 lapangan kerja langsung dan 30 juta lapangan kerja. tidak langsung.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mengusulkan sejumlah inisiatif yang berisi pedoman pelaksanaan transformasi digital dalam skala regional yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan, tambah Ichwan.

Kader kepemimpinan digital

“Salah satu cara untuk mengatasi tantangan kesenjangan keterampilan digital adalah dengan meningkatkan kapasitas kepemimpinan digital di seluruh kementerian, lembaga, dan sektor swasta,” kata Arif yang juga pendiri Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia (APDI).

Arif menegaskan, besarnya potensi ekonomi digital tidak akan memberikan kontribusi positif jika tidak dikelola oleh para pemimpin digital yang mumpuni. “Kita membutuhkan lebih banyak pemimpin yang mampu beradaptasi di era digitalisasi yang sangat dinamis, kompleks, serta penuh ketidakpastian dan ambiguitas.”

Untuk itu KADIN membentuk Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia (APDI) yang berfungsi sebagai wadah berkumpulnya para pemimpin multisektor untuk belajar dan berkolaborasi, dengan pengajar ahli dari institusi pendidikan terkemuka di dunia seperti Harvard University, National University of Singapore dan Universitas Tsinghua.

“APDI memberikan pelatihan digital kepada para pimpinan pemerintahan tingkat atas di berbagai Sekolah Staf dan Administrasi Pemerintahan kementerian dan lembaga tentang bagaimana para pemimpin menyikapi dan mengambil keputusan terkait inovasi dan transformasi,” kata Arif.

Program pelatihan di APDI bukan berupa bimbingan teknis seperti pembuatan software atau aplikasi, melainkan bagaimana seorang pemimpin mampu menanamkan pola pikir yang cerdas, transformatif dan berbasis data untuk membantu peserta mengambil keputusan penting di setiap instansi yang dipimpinnya.

“Para pemimpin digital harus memahami bahwa data adalah sumber perekonomian baru, minyak baru. “Data dapat dijadikan bahan pengambilan kebijakan,” lanjut Arif.

Transformasi digital mendorong inklusi keuangan

Pada sesi diskusi panel, para pembicara mengeksplorasi lebih dalam peran transformasi digital dalam meningkatkan inklusi ekonomi. Diskusi panel menghadirkan para pelaku sektor perbankan, financial technology (fintech), dan layanan internet.

“Transformasi digital adalah hal terbaik yang pernah terjadi di Indonesia,” kata Chrisma Aryani Albandjar, Wakil Bendahara II Asosiasi Fintech (AFTECH) dan Komisaris DANA Indonesia.

Ia mencontohkan bagaimana transformasi digital dapat meningkatkan inklusi keuangan bagi warga Pulau Natuna yang secara geografis lebih dekat dengan Vietnam dibandingkan Jakarta. Di pulau berpenduduk sekitar 50.000 jiwa ini, kelangkaan rekening giro dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tidak lagi menjadi masalah karena teknologi digital memungkinkan transaksi keuangan dilakukan melalui internet dan QRIS.

“Teknologi digital memungkinkan penduduk Indonesia di pulau-pulau terluar mendapatkan akses terhadap hak dan kewajiban ekonomi yang sama dengan mereka yang tinggal di kota-kota besar,” kata Chrisma.